Etika yang Hilang: Krisis Akuntabilitas dalam Pelayanan Publik di Indonesia

Authors

  • Fadjar Tri Sakti UIN Sunan Gunung Djati Bandung Author

Keywords:

Ethics, Accountability, Public Service

Abstract

The lack of ethics and accountability among public officials remains a major barrier to achieving quality public services in Indonesia. This issue is urgent as it directly undermines public trust in government and weakens bureaucratic legitimacy. This study aims to analyze the relationship between ethics, accountability, and public service quality within the framework of good governance. The theoretical framework draws on public administration ethics, accountability, and governance principles. A qualitative case study approach was employed, using in-depth interviews, observations, and documentation, with thematic analysis applied to the data. The findings reveal persistent practices of arrogance, resistance to criticism, and widespread corruption, confirming the weak internalization of ethical values in the bureaucracy. The discussion highlights that improving public services requires not only structural reform but also strengthening the ethical awareness of public officials as the foundation of sustainable accountability.

Minimnya etika dan akuntabilitas pejabat publik masih menjadi hambatan utama dalam mewujudkan pelayanan publik yang berkualitas di Indonesia. Masalah ini mendesak untuk dikaji karena berdampak langsung pada menurunnya kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah dan lemahnya legitimasi birokrasi. Penelitian ini bertujuan menganalisis keterkaitan antara etika, akuntabilitas, dan kualitas pelayanan publik, dengan menautkannya pada kerangka good governance. Kajian teori berfokus pada etika administrasi publik, akuntabilitas, dan prinsip tata kelola yang baik. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif studi kasus, dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, serta analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan masih kuatnya praktik arogan, resistensi terhadap kritik, dan tingginya kasus korupsi, yang mengonfirmasi lemahnya internalisasi nilai etis dalam birokrasi. Pembahasan menegaskan bahwa perbaikan pelayanan publik tidak cukup melalui reformasi struktural, tetapi harus diiringi penguatan kesadaran etis pejabat publik.

References

Bovens, M. (2007). Analysing and assessing accountability: A conceptual framework. European Law Journal, 13(4), 447–468. https://doi.org/10.1111/j.1468-0386.2007.00378.x

Braun, V., & Clarke, V. (2006). Using thematic analysis in psychology. Qualitative Research in Psychology, 3(2), 77–101. https://doi.org/10.1191/1478088706qp063oa

Cooper, T. L. (2012). The responsible administrator: An approach to ethics for the administrative role (6th ed.). Jossey-Bass.

Creswell, J. W. (2018). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (5th ed.). SAGE Publications.

Dwiyanto, A. (2011). Reformasi birokrasi publik di Indonesia. Gadjah Mada University Press. https://ugmpress.ugm.ac.id/en/product/politics-government/reformasi-birokrasi-publik-di-indonesia

Hastiyanto, R. (2017). Etika administrasi publik. Prenada Media.

Ismiyarto, I. (2016). Etika pelayanan publik: Teori dan implementasi. Yogyakarta: Deepublish. https://repository.unj.ac.id/id/eprint/35813

Kristiansen, S., & Ramli, M. (2006). Buying an income: The market for civil service positions in Indonesia. Contemporary Southeast Asia, 28(2), 207–233. https://doi.org/10.1355/cs28-2d

Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (3rd ed.). SAGE Publications.

Pramusinto, A. (2010). Reformasi birokrasi dan etika pelayanan publik di Indonesia. Jurnal Ilmu Administrasi dan Organisasi, 17(3), 179–188. https://doi.org/10.20476/jbb.v17i3.623

Tomuka, A. (2013). Prinsip good governance dalam pelayanan publik. Jurnal Administrasi Publik, 2(1), 45–56. https://doi.org/10.31219/osf.io/6n3zq

World Bank. (1992). Governance and development. Washington, DC: World Bank. https://documents.worldbank.org/en/publication/documents-reports/documentdetail/604951468739447676/governance-and-development

Downloads

Published

2025-01-05

How to Cite

Etika yang Hilang: Krisis Akuntabilitas dalam Pelayanan Publik di Indonesia. (2025). Distingsi: Journal of Digital Society, 3(2), 35-41. https://jurnal.panengeninsani.com/index.php/djods/article/view/102