Analisis Yuridis Perlindungan Hak Tenaga Kerja dan Ekuillibrum Hubungan Industrial dalam Diskursus Hukum Indonesia
Keywords:
Hukum Ketenagakerjaan, Perlindungan Yuridis, Hubungan Industrial, K3, Keadilan Sosial.Abstract
Abstract
This research evaluates the effectiveness of Indonesia's labor law framework in mitigating the risks of labor rights violations amidst the escalating dynamics of industrial relations. Employing a normative legal research approach, this article dissects wage standardization, social security, and the urgency of Occupational Health and Safety (OHS) as mandated by Law No. 13 of 2003 and its derivative regulations. The findings underscore the crucial role of the state as a regulatory authority in balancing the asymmetrical bargaining power between corporations and the workforce. It is concluded that the harmonization of labor market flexibility policies with human rights protections, supported by rigid supervision, serves as a primary determinant in achieving industrial justice and minimizing collective disputes.
Keywords: Labor Law, Legal Protection, Industrial Relations, OHS, Social Justice
Abstrak
Penelitian ini mengevaluasi efektivitas kerangka regulasi ketenagakerjaan di Indonesia dalam memitigasi risiko pelanggaran hak pekerja di tengah eskalasi dinamika hubungan industrial. Melalui pendekatan yuridis normatif, artikel ini membedah standardisasi pengupahan, jaminan sosial, serta urgensi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) yang diamanatkan oleh UU No. 13 Tahun 2003 beserta regulasi turunannya. Temuan penelitian menegaskan peran krusial negara sebagai otoritas regulator dalam menyeimbangkan asimetri posisi tawar antara korporasi dan tenaga kerja. Disimpulkan bahwa harmonisasi antara kebijakan fleksibilitas pasar kerja dengan perlindungan hak asasi manusia, didukung pengawasan yang rigid, merupakan determinan utama dalam mewujudkan keadilan industri dan meminimalisir sengketa kolektif.
Kata Kunci: Hukum Ketenagakerjaan, Perlindungan Yuridis, Hubungan Industrial, K3, Keadilan Sosial.
References
Bowen, G. A. (2009). Document analysis as a qualitative research method. Qualitative Research Journal, 9(2), 27–40. https://doi.org/10.3316/QRJ0902027
Davidov, G. (2014). Setting labour law’s coverage: Between universalism and selectivity. Oxford Journal of Legal Studies, 34(3), 543–566. https://doi.org/10.1093/ojls/gqu003
Endrawati, E. A., & Kaemirawati, D. T. (2024). Hukum Tenaga Kerja dan Industri (HTKI). Medan: PT Media Penerbit Indonesia.
Hamid, A., Aldila, M. R., & Intan, A. M. (2022). The urgency of labor law for informal sector workers in the welfare state concept: An evidence in Indonesia. International Journal of Research in Business and Social Science, 11(6), 528–541. https://doi.org/10.20525/ijrbs.v11i6.2036
Hutchinson, T., & Duncan, N. (2012). Defining and describing what we do: Doctrinal legal research. Deakin Law Review, 17(1), 83–119. https://doi.org/10.21153/dlr2012vol17no1art70
Khakim, A. (2014). Dasar-Dasar Hukum Ketenagakerjaan di Indonesia. Bandung: Citra Aditya Bakti.
Islam, I. (2001). Beyond labour market flexibility: Issues and options for post-crisis Indonesia. Journal of the Asia Pacific Economy, 6(3), 305–334. https://doi.org/10.1080/13547860120097377
Republik Indonesia. (1945). Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.
Republik Indonesia. (1970). Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja.
Republik Indonesia. (2003). Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 39. https://peraturan.bpk.go.id/Details/43013/uu-no-13-tahun-2003
Republik Indonesia. (2004). Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2004 tentang Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 6. https://peraturan.bpk.go.id/Details/40452/uu-no-2-tahun-2004
Republik Indonesia. (2021). Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 37 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Program Jaminan Kehilangan Pekerjaan. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2021 Nomor 47. https://peraturan.bpk.go.id/Details/161919/pp-no-37-tahun-2021
Republik Indonesia. (2023). Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 2023 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2022 tentang Cipta Kerja menjadi Undang-Undang. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2023 Nomor 41. https://peraturan.bpk.go.id/Details/246523/uu-no-6-tahun-2023
Susanto, E. A. (2015). Labour rights protection in industrial relations issues: Perlindungan hak tenaga kerja dalam masalah hubungan industrial. Rechtsidee, 2(2), 109–120. https://doi.org/10.21070/jihr.v2i2.78
Wibowo, S. G., & Susanto, F. (2025). Legal protection for gig workers in the digital economy: A critical review of labor relations in Indonesia. The Easta Journal Law and Human Rights, 3(3), 231–240. https://doi.org/10.58812/eslhr.v3i03.705
Widyastuti, T. V., Soponyono, E., Hamzani, A. I., Bawono, B. T., & Mashdurohatun, A. (2024). Industrial relations dispute resolution model in Indonesia. Formosa Journal of Multidisciplinary Research, 3(2), 323–334. https://doi.org/10.55927/fjmr.v3i2.8116

