Evaluasi Kebijakan Merdeka Belajar Dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan: Studi Kasus Multiple Intelligences
Keywords:
Freedom Learning Policy, Education Quality, Multiple IntelligencesAbstract
The Freedom Learning policy launched by the Ministry of Education, Culture, Research, and Technology of the Republic of Indonesia represents a national education transformation effort toward a more flexible and student-centered system. The implementation of this policy requires comprehensive evaluation to measure its effectiveness in improving education quality, particularly through the Multiple Intelligences approach that recognizes the diversity of student potential. This study aims to evaluate the implementation of the Merdeka Belajar policy in improving education quality using the Multiple Intelligences approach as a case study, analyze the effectiveness of implementing eight types of multiple intelligences within the context of the Merdeka Belajar curriculum, and identify factors that influence the successful implementation of this policy.
Kebijakan Merdeka Belajar yang dicanangkan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia merupakan upaya transformasi pendidikan nasional menuju sistem yang lebih fleksibel dan berpusat pada siswa. Implementasi kebijakan ini memerlukan evaluasi komprehensif untuk mengukur efektivitasnya dalam meningkatkan mutu pendidikan, khususnya melalui pendekatan Multiple Intelligences yang mengakui keberagaman potensi siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi implementasi kebijakan Merdeka Belajar dalam meningkatkan mutu pendidikan dengan menggunakan pendekatan Multiple Intelligences sebagai studi kasus, menganalisis efektivitas penerapan delapan jenis kecerdasan majemuk dalam konteks kurikulum Merdeka Belajar, dan mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan implementasi kebijakan tersebut.
References
Abidin, Y., Mulyati, T., & Yunansah, H. (2021). Pembelajaran literasi: Strategi meningkatkan kemampuan literasi matematika, sains, membaca, dan menulis. Bumi Aksara.
Ananda, R., & Fadhli, M. (2020). Statistik pendidikan: Teori dan praktik dalam pendidikan. CV. Widya Puspita.
Andriani, W., Subandowo, M., Karyono, H., & Gunawan, W. (2021). Learning management: The role of principal's leadership in implementing Merdeka Belajar curriculum. International Journal of Educational Management and Innovation, 2(3), 229-243.
Arifin, S., & Muslim, M. O. H. (2020). Tantangan implementasi kebijakan "Merdeka Belajar, Kampus Merdeka" pada perguruan tinggi Islam swasta di Indonesia. Jurnal Pendidikan Islam, 3(1), 1-11.
Arsy, H. I., Prasetyo, A. P. B., & Subali, B. (2020). Telaah kurikulum fisika SMA dalam konsep Merdeka Belajar pasca pandemi Covid-19. SPEKTRA: Jurnal Kajian Pendidikan Sains, 6(2), 148-157.
Baharuddin, M. R. (2021). Adaptasi kurikulum Merdeka Belajar Kampus Merdeka (Fokus: Model MBKM program studi). Jurnal Studi Guru dan Pembelajaran, 4(1), 195-205.
Chatib, M. (2020). Sekolahnya manusia: Sekolah berbasis multiple intelligences di Indonesia (Edisi Revisi). Kaifa.
Daga, A. T. (2021). Makna Merdeka Belajar dan penguatan peran guru di sekolah dasar. Jurnal Educatio FKIP UNMA, 7(3), 1075-1090.
Darmaji, D., Kurniawan, D. A., Astalini, A., Lumbantoruan, A., & Samosir, S. C. (2019). Mobile learning in higher education for the industrial revolution 4.0: Perception and response of physics practicum. International Journal of Interactive Mobile Technologies, 13(9), 4-20.
Faiz, A., & Kurniawaty, I. (2020). Konsep Merdeka Belajar pendidikan Indonesia dalam perspektif filsafat progresivisme. Konstruktivisme: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran, 12(2), 155-164.
Fauzia, R., & Kelana, J. B. (2023). Implementasi pembelajaran berdiferensiasi dalam kurikulum Merdeka. Jurnal Educatio FKIP UNMA, 9(3), 1109-1123.
Gardner, H. (2020). Multiple intelligences: New horizons in theory and practice. Basic Books.
Habibi, B., Hartinah, S., Umam, R., Syazali, M., Lestari, F., Abdurrahman, A., & Jauhariyah, D. (2019). Factor determinants of teacher professionalism as developed from multiple intelligence theory. Journal of Social Studies Education Research, 10(4), 118-142.
Hasanah, E., Rahman, A. Y., & Saputra, E. (2022). Implementasi kurikulum Merdeka dalam pembelajaran: Evaluasi dan pembaruan. Jurnal Review Pendidikan Dasar: Jurnal Kajian Pendidikan dan Hasil Penelitian, 8(3), 178-189.
Hasibuan, A. T., Prastowo, A., & Turmuzi, M. (2022). Analisis kemampuan multiple intelligences siswa kelas V sekolah dasar. Jurnal Basicedu, 6(2), 1949-1959.
Hendri, S., Setiawan, H., Supriyadi, E., & Suherman, I. (2021). Literature review: Implementasi pendekatan STEAM (Science, Technology, Engineering, Art, and Mathematics) dalam pembelajaran multiple intelligences abad 21. Jurnal Pendidikan Sains Indonesia, 9(2), 271-283.
Huda, S., Tsani, I., Syazali, M., Umam, R., & Jermsittiparsert, K. (2020). The management of educational system using three law Auguste Comte: A case of Islamic universities. Management Science Letters, 10(12), 2895-2902.
Indarta, Y., Jalinus, N., Waskito, W., Samala, A. D., Riyanda, A. R., & Adi, N. H. (2022). Relevansi kurikulum Merdeka Belajar dengan model pembelajaran abad 21 dalam perkembangan era society 5.0. Edukatif: Jurnal Ilmu Pendidikan, 4(2), 3011-3024.
Makarim, N. A. (2022, Februari 11). Kurikulum Merdeka jadi jawaban untuk atasi krisis pembelajaran. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. https://www.kemdikbud.go.id/main/blog/2022/02/kurikulum-merdeka-jadi-jawaban-untuk-atasi-krisis-pembelajaran

