Evaluasi Kebijakan Hilirisasi dan Investasi terhadap Pertumbuhan Ekonomi Daerah
Keywords:
Hilirisasi Nikel; Kutukan Sumber Daya Alam; Ketimpangan Spasial; Kemiskinan; Ekonomi EnklaveAbstract
Kebijakan hilirisasi nikel merupakan salah satu instrumen utama transformasi struktural ekonomi Indonesia, ditandai oleh pelarangan ekspor bijih nikel mentah yang berlaku penuh sejak Januari 2020. Artikel ini mengevaluasi dampak kebijakan tersebut terhadap pertumbuhan ekonomi daerah, kemiskinan, ketimpangan spasial, dan lingkungan di dua episentrum utama hilirisasi, yaitu Kabupaten Morowali (Sulawesi Tengah) dan Kabupaten Halmahera Tengah (Maluku Utara), melalui pendekatan studi literatur dan analisis data sekunder dari Badan Pusat Statistik, lembaga riset, dan liputan investigatif yang aksesibilitasnya telah diverifikasi. Hasil kajian menunjukkan bahwa kedua daerah mencatat pertumbuhan Produk Domestik Regional Bruto yang sangat tinggi, dengan Provinsi Maluku Utara mencapai 32,09 persen (year-on-year) pada triwulan II 2025, namun pertumbuhan tersebut pada periode 2022–2023 tidak diikuti penurunan kemiskinan yang proporsional, bahkan sempat disertai kenaikan jumlah penduduk miskin, sebelum menurun pada periode 2025. Pola ini secara umum konsisten dengan kerangka teoretis kutukan sumber daya alam (resource curse) dan ekonomi enklave, meski memerlukan pengujian kausal lebih lanjut. Artikel ini merekomendasikan agenda penelitian lanjutan berbasis data sekunder menggunakan regresi data panel dinamis, Difference-in-Differences, Spatial Durbin Model, dan analisis Input-Output, serta menekankan perlunya reformasi kebijakan fiskal dan lingkungan yang berkeadilan spasial.
Kata kunci: Hilirisasi Nikel; Kutukan Sumber Daya Alam; Ketimpangan Spasial; Kemiskinan; Ekonomi Enklave
References
Antara News. (2025, 26 September). BI: Pertumbuhan ekonomi Maluku Utara TW II 2025 tertinggi di Indonesia. https://ambon.antaranews.com/berita/293129/bi-pertumbuhan-ekonomi-maluku-utara-tw-ii-2025-tertinggi-di-indonesia
Asyono, A. H., Samputra, P. L., & Djatmiko, H. (2026). Domestic structural transformation in a critical mineral economy: A multisectoral assessment of Indonesia's nickel downstreaming strategy. Economies, 14(4), 133. https://doi.org/10.3390/economies14040133
Auty, R. M. (1993). Sustaining development in mineral economies: The resource curse thesis. Routledge.
Betahita.id. (2024, 29 Mei). Hari Antitambang 2024: Ekonomi Malut tumbuh, yang miskin tambah. https://www.betahita.id/berita/10282/hari-antitambang-2024-ekonomi-malut-tumbuh-yang-miskin-tambah
Christianingrum, R. (2021). Disparitas pembangunan ekonomi Indonesia. Jurnal Budget, 6(2), 102–120.
CNBC Indonesia. (2023, 20 November). NCKL dongkrak ekonomi Maluku Utara jadi yang tertinggi di RI. https://www.cnbcindonesia.com/research/20231120103655-128-490329/nckl-dongkrak-ekonomi-maluku-utara-jadi-yang-tertinggi-di-ri
Fitrianto, G., Permana, Y. H., Sanjaya, M. R., Sholihin, M., & Farouqi, M. A. (2025). Examining the linkage and structural transformation effects of nickel industrialization: A case of South Halmahera, Indonesia. Asian Journal of Economic Modelling, 13(3), 358–376.
GoodStats Data. (2025). Indonesia punya cadangan nikel terbesar di dunia. https://data.goodstats.id/statistic/indonesia-punya-cadangan-nikel-terbesar-di-dunia-OqxIS
Halmaheranesia.com. (2025, 30 Oktober). Ekonomi Malut tumbuh 32,09 persen, sektor pertambangan dominasi. https://www.halmaheranesia.com/2025/10/30/ekonomi-malut-tumbuh-3209-persen-sektor-pertambangan-dominasi/
Harvey, D. (2003). The new imperialism. Oxford University Press.
Hirschman, A. O. (1958). The strategy of economic development. Yale University Press.
Investor.id. (2025, Oktober). Maluku Utara catat pertumbuhan ekonomi tertinggi di RI. https://investor.id/national/411156/maluku-utara-catat-pertumbuhan-ekonomi-tertinggi-di-ri
Logan, J. R., & Molotch, H. L. (1987). Urban fortunes: The political economy of place. University of California Press.
Mongabay Indonesia. (2023, 30 Desember). Catatan akhir tahun: Karut marut hilirisasi nikel, persulit hidup masyarakat, lingkungan makin sakit. https://www.mongabay.co.id/2023/12/30/catatan-akhir-tahun-karut-marut-hilirisasi-nikel-persulit-hidup-masyarakat-lingkungan-makin-sakit/
Mongabay Indonesia. (2024a, 20 Juni). Hilirisasi nikel di Malut: Ekonomi tumbuh tetapi kemiskinan melonjak. https://www.mongabay.co.id/2024/06/20/hilirisasi-nikel-di-malut-ekonomi-tumbuh-tetapi-kemiskinan-melonjak/
Mongabay Indonesia. (2024b, 27 November). Benahi tata kelola nikel. https://www.mongabay.co.id/2024/11/27/benahi-tata-kelola-nikel/
Mongabay Indonesia. (2024c, 31 Juli). Nasib nelayan Maluku Utara kala teluk tercemar limbah nikel [2]. https://www.mongabay.co.id/2024/07/31/nasib-nelayan-maluku-utara-kala-teluk-tercemar-limbah-nikel-2/
Muhyiddin, Mendatu, A., Amrizal, M. D. R., & Wahyuningrat, J. (2026a). Dapatkah hilirisasi mineral mendorong transformasi ekonomi daerah? Bukti dari Indonesia Morowali Industrial Park. Bappenas Working Papers, 9(2). https://workingpapers.bappenas.go.id/index.php/bwp/article/view/559
Muhyiddin, Mendatu, A., & Amrizal, M. D. R. (2026b). Ekonomi politik hilirisasi nikel dan transformasi Morowali sebagai episentrum industrialisasi baru Indonesia. Bappenas Working Papers, 9(2), 274–302. https://doi.org/10.47266/bwp.v9i2.567
Putnam, R. D. (2000). Bowling alone: The collapse and revival of American community. Simon & Schuster.
Tempo.co. (2024, 29 Mei). Hilirisasi nikel dikeluhkan berdaya rusak di Maluku Utara, dari deforestasi sampai represi. https://www.tempo.co/lingkungan/hilirisasi-nikel-dikeluhkan-berdaya-rusak-di-maluku-utara-dari-deforestasi-sampai-represi--54591
Warburton, E. (2024). Nationalist enclaves: Industrialising the critical mineral boom in Indonesia. The Extractive Industries and Society. [Verifikasi volume/nomor/DOI langsung pada situs jurnal atau ANU Open Research Repository sebelum submit.]
Zufarulhaq, M. S., & Damayati, A. (2024). Kutukan sumber daya atau katalis kesejahteraan: Bagaimana dampak hilirisasi nikel terhadap kemiskinan di Sulawesi? Jurnal Kebijakan Ekonomi, 20(1). https://doi.org/10.7454/jke.v20i1.1157

