Korelasi antara Jumlah Wajib Pajak Orang Pribadi Terdaftar dan Tingkat Pelaporan SPT Tahunan di KPP Pratama Bandung Cicadas
Keywords:
Individual Taxpayers, Annual Tax Returns, Reporting Level, CorrelationAbstract
The degree of adherence in filing the Annual Tax Return (SPT) of Individual Taxpayers (WP OP) is a vital measure for state revenue, yet variations and discrepancies between the count of registered WP OP and the actual reporting remain a concern across several Tax Service Offices (KPP). This research seeks to examine the relationship between the quantity of registered WP OP and the degree of Annual SPT reporting at KPP Pratama Bandung Cicadas from 2020 to 2024. Employing a quantitative descriptive-correlational method, existing data on both variables will be gathered from internal sources of KPP Pratama Bandung Cicadas. Descriptive statistical methods will be utilized to outline the trends and features of the data, whereas the Pearson correlation test (or Spearman, if needed) will be employed to assess the strength and direction of the relationship between the count of registered WP OP and the degree of SPT reporting. The findings of this research aim to present a summary of the interactions between the expansion of the taxpayer base and adherence to formal reporting, while also serving as strategic guidance for the Directorate General of Taxes (DJP) in developing policies to enhance tax revenue through improved reporting levels
Tingkat kepatuhan penyampaian Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT) Wajib Pajak Orang Pribadi (WP OP) merupakan salah satu tolok ukur penerimaan negara yang sangat penting, namun demikian masih terdapat variasi dan ketidaksesuaian antara jumlah WP OP terdaftar dengan realisasi pelaporan di beberapa Kantor Pelayanan Pajak (KPP). Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara jumlah WP OP terdaftar dengan tingkat pelaporan SPT Tahunan di KPP Pratama Bandung Cicadas tahun 2020 sampai dengan tahun 2024. Dengan menggunakan metode kuantitatif deskriptif korelasional, data yang ada mengenai kedua variabel tersebut akan dikumpulkan dari sumber internal KPP Pratama Bandung Cicadas. Metode statistik deskriptif akan digunakan untuk menguraikan kecenderungan dan ciri data, sedangkan uji korelasi Pearson (atau Spearman, jika diperlukan) akan digunakan untuk menilai kekuatan dan arah hubungan antara jumlah WP OP terdaftar dengan tingkat pelaporan SPT. Temuan penelitian ini bertujuan untuk menyajikan ringkasan interaksi antara perluasan basis wajib pajak dan kepatuhan pelaporan formal, sekaligus berfungsi sebagai arahan strategis bagi Direktorat Jenderal Pajak (DJP) dalam mengembangkan kebijakan untuk meningkatkan penerimaan pajak melalui peningkatan tingkat pelaporan.
References
Allingham, M. G., & Sandmo, A. (1972). Income Tax Evasion: A Theoretical Analysis. Journal of Public Economics, 3(1), 1–10.
Andriani, A., & Indrawati, R. (2019). Peran Theory of Planned Behavior dalam Mempengaruhi Kepatuhan Wajib Pajak Orang Pribadi. Jurnal Perpajakan Indonesia.
Dewi, P. P., & Wiratmaja, I. D. N. (2020). Pengaruh Penerapan E-Filing, Pengetahuan Perpajakan, dan Kualitas Pelayanan Pajak Terhadap Kepatuhan Wajib Pajak Orang Pribadi. Jurnal Akuntansi, Ekonomi Dan Bisnis, 5(1), 32–56.
Farhan, R., & Sari, D. (2021). Peran sosialisasi dalam meningkatkan kesadaran pajak. Jurnal Studi Perpajakan, 8(2), 66–78.
Khan, A., & Hossain, M. (2021). Faktor sosial dan budaya yang mempengaruhi kepatuhan pajak. Jurnal Ilmu Sosial, 10(2), 45–60.
Luttmer, E. F. P., & Singhal, M. (2014). Tax Morale. Journal of Economic Perspectives, 28(4), 149–168.
Mansur, F., & Hidayah, N. (2022). Tingkat pendidikan dan kepatuhan pajak: Sebuah studi empiris. Jurnal Ekonomi Dan Bisnis, 20(1), 120–135.
Prabowo, R. K., & Nurlaela, S. (2017). No nalisis Pengaruh Kesadaran Wajib Pajak, Kualitas Pelayanan Pajak, Dan Sanksi Perpajakan Terhadap Kepatuhan Wajib Pajak Orang Pribadi Dengan Teori Perilaku Terencana. Jurnal Riset Akuntansi Dan Keuangan.
Purnomo, A. R., & Nurlaela, S. (2021). Peran Efektivitas Administrasi Pajak Terhadap Tingkat Kepatuhan Wajib Pajak Orang Pribadi. Jurnal Akuntansi Dan Pajak.
Puspitasari, F., & Ady, R. A. (2020). Pengaruh Kualitas Pelayanan, Sanksi Perpajakan dan Kesadaran Wajib Pajak Terhadap Kepatuhan Wajib Pajak Orang Pribadi. Jurnal Ekonomi Dan Manajemen, 19(1), 1–15.
Rahman, A., & Mursalim, M. (2020). Analisis Potensi Pajak dan Kontribusinya Terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD). Jurnal Pajak Dan Keuangan Negara.
Rahmawati, Y., & Sari, D. K. (2021). Peran Transparansi dan Akuntabilitas Pemerintah dalam Meningkatkan Kepatuhan Wajib Pajak. Jurnal Akuntansi Multi Paradigma, 12(11–20).
Salim, I., & Fadilah, R. (2022). Faktor psikologis dan kepatuhan pajak: Sebuah tinjauan. Jurnal Ekonomi Perilaku, 14(1), 30–45.
Setyorini, N., & Jati, I. (2019). Pengaruh Sosialisasi Perpajakan dan Kualitas Pelayanan Pajak Terhadap Kepatuhan Wajib Pajak Orang Pribadi. Jurnal Akuntansi Bisnis Dan Ekonomi.
Siregar, M. . (2017). Pengaruh Pendaftaran Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) dan Sosialisasi Perpajakan Terhadap Kepatuhan Wajib Pajak Orang Pribadi. Jurnal Akuntansi Dan Keuangan.
Sugiyono. (2016). Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Susanto, A., & Lestari, N. D. (2022). Pengaruh Pertumbuhan Ekonomi dan Demografi Terhadap Tingkat Kepatuhan Pajak Wajib Pajak Orang Pribadi. Jurnal Pajak Terapan, 4(1).
Wijaya, H., & Sutomo, J. (2018). Analisis Dampak Ekstensifikasi Wajib Pajak dan Intensifikasi Pajak Terhadap Penerimaan Pajak. Jurnal Administrasi Pajak.
Yusuf, R., & Rahman, Y. (2020). Dampak e-filing terhadap kepatuhan pajak. Jurnal Teknologi Informasi, 15(3), 78–92.
Zainal, A., & Amin, M. (2019). Pengaruh kualitas pelayanan terhadap kepatuhan pajak. Jurnal Administrasi Publik, 12(4), 200–215.

