Service-Oriented Governance: Bandung Sebagai Model Pemerintahan Pelayan Publik
Keywords:
Service-Oriented Governance, Public Service, GovernanceAbstract
Effective and responsive public service delivery is a key indicator of good governance, especially in large urban areas such as Bandung. The urgency to improve governance arises from the public's growing demand for fast, transparent, and accountable services. This study aims to examine the implementation of service-oriented governance in Bandung City and explore how this approach can strengthen the government's role as a public servant. Using a descriptive qualitative method and a literature review approach, the analysis focuses on policy documents, governance theories, and public service practices in Bandung. The findings indicate that principles such as participation, transparency, responsiveness, and accountability have begun to be adopted, although challenges remain in terms of consistent implementation and oversight. These results suggest that the transformation toward service-oriented governance requires strategic planning and institutional strengthening.
Pelayanan publik yang efektif dan responsif menjadi salah satu indikator utama dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik, khususnya di kota besar seperti Bandung. Urgensi perbaikan tata kelola tersebut muncul dari kebutuhan masyarakat akan pelayanan yang cepat, transparan, dan akuntabel. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji implementasi service-oriented governance di Kota Bandung dan bagaimana pendekatan ini dapat memperkuat fungsi pemerintahan sebagai pelayan publik. Menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kepustakaan, analisis difokuskan pada berbagai dokumen kebijakan, teori-teori tata kelola, dan praktik-praktik pelayanan publik di Kota Bandung. Hasil kajian menunjukkan bahwa prinsip-prinsip seperti partisipasi, transparansi, responsivitas, dan akuntabilitas telah mulai diadopsi, namun masih menghadapi tantangan dalam aspek konsistensi implementasi dan pengawasan. Temuan ini menunjukkan bahwa transformasi menuju pemerintahan yang berorientasi pelayanan memerlukan perencanaan strategis dan penguatan kelembagaan secara menyeluruh.
References
Aguilera, R. V., & Cuervo‐Cazurra, A. (2009). Codes of good governance. Corporate Governance: An International Review, 17(3), 376–387. https://doi.org/10.1111/j.1467-8683.2009.00737.x
Alfian, M. (2019). Pemerintahan kolaboratif dalam pelayanan publik di Kota Bandung. Jurnal Politik Profetik, 7(1), 68–79. https://doi.org/10.24252/jpp.v7i1.9294
Bowen, G. A. (2009). Document analysis as a qualitative research method. Qualitative Research Journal, 9(2), 27–40. https://doi.org/10.3316/QRJ0902027
Effendi, T. N. (2016). Inovasi Pelayanan Publik dan Implikasinya terhadap Birokrasi Pemerintahan. Jurnal Ilmu Administrasi Negara, 16(1), 41–52.
Fauzi, A. (2018). Strategi Good Governance dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik. Jurnal Ilmu Pemerintahan, 9(2), 134–146.
Febriani, T., & Kurniawan, R. (2020). Pelayanan publik berbasis teknologi di Kota Bandung. Jurnal Transformasi Administrasi, 5(2), 101–113.
Hidayat, S. (2017). Implementasi prinsip pelayanan prima di lingkungan Pemerintah Kota Bandung. Jurnal Administrasi Publik, 4(1), 22–34.
Hughes, O. E. (2003). Public management and administration: An introduction (3rd ed.). Palgrave Macmillan.
Kementerian PAN-RB. (2021). Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKjIP) Pemerintah Kota Bandung Tahun 2020. https://www.menpan.go.id
Kurniasih, D. (2020). Partisipasi masyarakat dalam e-government di Kota Bandung. Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, 24(2), 210–225.
Mardiasmo. (2009). Akuntansi sektor publik. Yogyakarta: Andi.
Mingus, M. S. (2001). Transnationalism and subnational governments: New frontiers of state and local governance. Public Administration Review, 61(5), 490–502. https://doi.org/10.1111/0033-3352.00125
Ndraha, T. (2003). Kybernology (Ilmu Pemerintahan Baru). Jakarta: Rineka Cipta.
Osborne, S. P. (2006). The new public governance? Public Management Review, 8(3), 377–387. https://doi.org/10.1080/14719030600853022
Putra, R. (2018). Penguatan peran ASN dalam pelayanan publik berbasis digital. Jurnal Birokrasi dan Administrasi Negara, 4(1), 45–59.
Ridwan, H. (2019). Governance dan birokrasi pelayanan publik. Jurnal Administrasi Publik, 16(2), 99–110.
Riza, M., & Wibowo, A. (2021). E-Government dalam meningkatkan efisiensi pelayanan publik di Bandung. Jurnal Administrasi dan Kebijakan Publik, 7(3), 112–120.
Svara, J. H. (2006). The search for meaning in political-administrative relations in local government. International Journal of Public Administration, 29(12), 1065–1090.
UNDESA. (2020). United Nations E-Government Survey 2020: Digital Government in the Decade of Action for Sustainable Development. United Nations.
World Bank. (2007). Governance and anti-corruption strategy. Washington, D.C.: World Bank Publications.

