Peran Kearifan Lokal dalam Mempertahankan Eksistensi Usaha Kuliner Tradisional Studi Kasus Nasi Jamblang Sadakeling

Authors

  • Danar Hermawan Universitas Al Ghifari Bandung, Indonesia Author
  • Muhammad Rifa Hamzah Universitas Al Ghifari Bandung, Indonesia Author
  • Muhammad Revi Delvin Arby Universitas Al Ghifari Bandung, Indonesia Author
  • Muhammad Nurdin Ismail Universitas Al Ghifari Bandung, Indonesia Author
  • Dodi Siswanto Universitas Al Ghifari Bandung, Indonesia Author

Keywords:

Nasi Jamblang, Price Influence, Product Quality, Business Location

Abstract

Nasi jamblang is a very distinctive and popular culinary dish from Cirebon, quite well-known among local tourists, particularly in the West Java region. This research discusses one of the popular foods from Cirebon nasi jamblang among several other popular Cirebon dishes such as tahu gejrot and empal gentong. This local food needs to be studied and its cultural heritage needs to be preserved, not only in Cirebon but also in other regions across the country. One of the things we examined is nasi jamblang found outside of Cirebon, specifically in the city of Bandung. This reflects the importance of preserving existing cultural heritage even when it is not located in its place of origin. The method used is a qualitative approach through a literature study of more than fifteen relevant national and international journals for this research. The findings indicate that price, product quality, and business location influence consumer satisfaction with nasi jamblang.

Nasi jamblang merupakan kuliner yang sangat khas bahkan popular dari Cirebon dan cukup terkenal diantara para wisatawan lokal, khususnya di daerah kawasan Jawa Barat. Pada penelitian ini akan dibahas mengenai salah satu dari makanan yang popular di daerah Cirebon yaitu nasi jamblang dari beberapa makanan popular Cirebon seperti tahu gejrot dan empal gentong. makanan lokal ini perlu dipelajari bahkan perlu dilestarikan budaya budayanya. bukan hanya di cirebon tetapi kita perlu lestarikan di daerah-daerah lainnya. Salah satu hal yang kita teliti adalah nasi jamblang yang berada diluar Cirebon, tepatnya berada di kota Bandung. Hal ini kita patut melestarikan budaya yang ada mesti bukan berada di daerah asalnya. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif melalui studi literatur terhadap lebih dari lima belas jurnal nasional dan internasional yang relevan untuk penelitian ini. hasil kajian menunjukkan bahwa pengaruh dari harga, kualitas produk dan lokasi suatu usaha itu mempengaruhi kepuasan konsumen nasi jamblang.

References

Apin, A. M. (2016). Tamarind Batik Semination An Economic Improvement For Patimban Fishermen Into Craftsmen. In The Art Of Entrepreneurs To Survive During Pandemic Covid-19(pp. 33–36). Novateur Publication, India.

Basiran, B., Maulidia, N. Z., Aprian, N. P. I., Muhrimah, A., Krisdayanti, N., & puji Lestari, S. (2023). Sejarah Dan Pelestarian Kuliner Tradisional Tahu Gejrot, Nasi Jamblang, Empal Gentong Khas Cirebon.Jurnal Review Pendidikan Dan Pengajaran (JRPP), 6(4), 1496–1501.

Candra, M. A., Enjeladinata, O. V., & Widana, M. R. (2023). Eksistensi Makanan Tradisional Di Tengah Gempuran Makanan Korea. Prosiding Seminar Nasional Ilmu-Ilmu Sosial (SNIIS), 2, 352–361.

European Commission, Directorate-General for Research. 2007. European Research on Traditional Foods. [online] Available at: http://www.fp7.org.tr/tubitak_content_files/268/dokumanlar/traditional-foods.pdf [Accessed 10 October 2014]

Indrayana, Y., & Yuniningsih, T. (2019). Sega Jamblang, Icon Kuliner Pengembangan Pariwisata Kota Cirebon (Dalam Persperktif Sejarah). Conference On Public Administration and Society, 1(1), 1–12.

Keraf, A. Sonny, 2002, Etika Lingkungan, Penerbit Buku Kompas, Jakarta

Melfianora. (2017). Penulisan Karya Tulis Ilmiah Dengan Studi Literatur. Studi Litelatur, 1–3.Nuning Damayanti. (2018). Narasi Mitos dan Legenda Indonesia Dalam Ekspresi Batik Tamarin. In A. Pandanwangi, A. D. Woelandhary, & D. Lestari (Eds.), Monochrome Press(1st ed.). Monochrome Press.

Moleong, L. J. (2018). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Muhilal, 1995. Makanan Tradisional Sebagai Sumber Zat Gizi dan Non Gizi dalam Meningkatkan Kesehatan Individu dan Masyarakat. Widyakarya Nasional Khasiat Makanan Tradisional. Jakarta, 9-11 Juni 1995.

Rahmawati, A. R., & Eviyati, E. (2021). Strategi Pengembangan Usaha Rumah Makan Sega Jamblang “Mang Dul”. Agrijati Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Pertanian, 34(1), 38–50.

Saefudin, M., Rachmaniar, A., & Diana, D. (2022).Tata Letak Menu Kuliner Cirebon Menggunakan Algoritma Apriori Pada Rumah Makan Nasi Jamblang “Ibu Nur”. Prosiding Seminar SeNTIK, 6(1), 57–64.

Sastroamidjojo, S. 1995. Makanan Tradisional, Status Gizi, dan Produktivitas Kerja. Dalam Prosiding Widyakarya Nasional Khasiat Makanan Tradisional. Jakarta: Kantor Menteri Negara Urusan Pangan. Hal 62-66.

Setiono K., 2002, Pengembangan Psikologi Indigenous di Indonesia, dalam Jurnal Ilmiah Psikologi ‘Kognisi’ UMS Volume 6, Nomor 2 Nopember 2002

Sitanggang, H., & Pardede, Y. (2023). Peranan Adat Melayu dalam Membangun Identitas Budaya. 3, 16–25.

Sogandi, S. (2018). UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK DAN FRAKSI DAUN JATI (Tectona grandiss Linn.F )DALAM MENGHAMBAT PERTUMBUHAN BAKTERI Escherichia coli dan Staphylococcus aureus SECARA IN VITRO.

Widani, N. N., Lumanauw, N., & Suktiningsih, W. (2021). Indeksikalitas Makanan Tradisional dalam Upacara Pawiwahan Masyarakat Desa Tibuneneng. 8(1), 35–52.

Winarno, F.G., 1993. Pangan Gizi Teknologi dan Konsumen. Gramedia Pustaka Utama, Jakartahttp://murianews.com/index.php/kudus/item/2373-makanan-tradisional-terancam-waralaba-asing

Zihan, N., Indah, N. P., Muhrimah, A., Krisdayanti, N., Lestari, S. P., & Jamblang, N. (2023). Sejarah dan Pelestarian Kuliner Tradisional Tahu Gejrot, Nasi Jamblang, Empal Gentong Khas Cirebon. Jurnal Review Pendidikan Dan Pengajaran, 6(2), 1496–1501.

Downloads

Published

01-06-2025

How to Cite

Peran Kearifan Lokal dalam Mempertahankan Eksistensi Usaha Kuliner Tradisional Studi Kasus Nasi Jamblang Sadakeling. (2025). Panengen: Journal of Indigenous Knowledge, 4(4), 1-6. https://jurnal.panengeninsani.com/index.php/pjoik/article/view/163

Similar Articles

1-10 of 28

You may also start an advanced similarity search for this article.