Pemberdayaan Masyarakat: Pentingnya Pemenuhan Kebutuhan Dasar Masyarakat

Authors

  • Endang Hermawan UIN Sunan Gunung Djati Bandung Author
  • Rini Sulastri UIN Sunan Gunung Djati Bandung Author

Keywords:

Community Empowerment, Basic Needs of Society, Poverty

Abstract

The aim of this research is to identify the main components of community empowerment in fulfilling the basic needs of society through a literature review. Basic needs such as clothing, food, shelter, and health are crucial for human survival. Community empowerment aims to provide the ability, confidence, and awareness to overcome the problems faced in fulfilling their basic needs. In this regard, community empowerment is directed towards improving the overall and sustainable quality of life of the community. Community empowerment also plays an important role in creating a healthy, harmonious, and fair environment for the community. Therefore, fulfilling the basic needs of the community through community empowerment is very important in advancing the quality of life of the community. The theory used is the theory proposed by Parasuraman, Zeithaml, and Berry on service quality, which has five dimensions to determine the factors that cause the optimal and non-optimal provision of public services. The research method used is a literature review. The results of this study show that there are three main components in fulfilling the basic needs of the community in every community empowerment program, namely physical needs, cultural needs, and higher needs.

Tujuan dalam penelitian ini menemukan komponen utama pemberdayaan masyarakat dalam upaya pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat dengan pendekatan tinjauan pustaka (literature review). Kebutuhan dasar masyarakat yang meliputi sandang, pangan, papan, dan kesehatan menjadi hal yang sangat krusial bagi kelangsungan hidup manusia. Pemberdayaan masyarakat bertujuan untuk memberikan kemampuan, kepercayaan diri, dan kesadaran kepada masyarakat untuk mengatasi permasalahan yang dihadapi dalam pemenuhan kebutuhan dasar mereka. Dalam hal ini, pemberdayaan masyarakat diarahkan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara menyeluruh dan berkelanjutan. Pemberdayaan masyarakat juga berperan penting dalam menciptakan lingkungan yang sehat, harmonis, dan adil bagi masyarakat. Oleh karena itu, pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat melalui pemberdayaan masyarakat menjadi suatu hal yang sangat penting dalam memajukan kualitas kehidupan masyarakat.. Teori yang digunakan adalah teori yang dikemukakan oleh Parasuraman, Zeithaml, dan Berry mengenai kualitas pelayanan yang memiliki lima dimensi untuk mengetahui faktor-faktor yang menyebabkan optimal dan tidak optimalnya penyelenggaraan pelayanan publik. Metode penelitian adalah metode tinjauan pustaka (literature review). Hasil penelitian ini menunjukan terdapat tiga komponen utama dalam memenuhi kebutuhan dasar masyarakat pada setiap program pemberdayaan masyarakat yaitu: kebutuhan fisik, kultural dan kebutuhan yang lebih tinggi.

References

Ashshiddiqi, M. T., Firmansyah, I., Ahyani, K. S., Putri, L. F. E., & Maulana, M. F. (2021). Strategi Program Indeks Pembangunan Manusia (Ipm) Di Desa Pakuaon Kecamatan Sukaresmi Kabupaten Cianjur. Jurnal Inovasi Penelitian, 2(4), 1153-1162.

Azizah, N., Nidar, S. R., & Saefullah, K. (2022). “Panengen” Indigenous Knowledge as the Financial Behavior of Cikalong Community. ijd-demos, 4(2).

Creswell, John W, 2014, Penelitian Kualitatif & Desain Riset, Yogyakarta, Pustaka Pelajar

Eliza, F. (2021). Evaluasi Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya Untuk Pemenuhan Kebutuhan Dasar Masyarakat di Desa Karya Tunas Jaya Kecamatan Tempuling Kabupaten Indragiri Hilir (Doctoral dissertation, Universitas Islam Riau).

Engkus, E. (2017). Administrasi Publik dalam Perspektif Ekologi. JISPO Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, 7(1), 91-101.

Engkus, E. E. (2017). Budaya Panengen Sebagai Representasi Simbolik Kepemimpinan Desa Cikalong. Panggung, 27(2).

Sakti, F. T., Engkus, E., & Afrilia, A. (2020). The Contribution of “Rumah Susun” Retribution Toward Regional Original Income. MIMBAR: Jurnal Sosial dan Pembangunan, 36(2), 391-400.

Sakti, F. T., Engkus, E., & Munir, M. (2023). Pendekatan Ekologi Administrasi Dalam Kebijakan Sektor Pariwisata Kampung Naga Tasikmalaya. Dinamika: Jurnal Ilmiah Ilmu Administrasi Negara, 9(3), 330-343.

Lamangida, T. (2015). Pengaruh Program Bantuan Langsung Sementara Masyarakat Terhadap Pemenuhan Kebutuhan Dasar Masyarakat Miskin Di Desa Omayuwa Kecamatan Randangan Kabupaten Pohuwato. JAKPP (Jurnal Analisis Kebijakan & Pelayanan Publik), 183-192.

Sitanggang, K. (2019). Pengaruh Program Keluarga Harapan (PKH) Terhadap Pemenuhan Kebutuhan Dasar Masyarakat di Desa Pardomuan I Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir (Doctoral dissertation, Universitas Sumatera Utara).

Sulaeman, M. Y., Abdal, A., & Engkus, E. (2022). Penerapan Collaborative Governance Dalam Pelestarian Budaya Di Dinas Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta. Jurnal Inovasi Penelitian, 3(6), 6677-6690.

Yunadi, G. P. (2017). Pengaruh Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya Terhadap Pemenuhankebutuhan Dasar Masyarakat di Kelurahan Sukamiskin Kecamatan Arcamanik Kota Bandung (Doctoral dissertation, Perpustakaan).

Zaelani, M. Z., & Rachmah, Q. (2021). Literature Review: Sistem Ketahanan Pangan Daerah pada Masa Pandemi Covid-19: A Literature Review: Regional Food Security Systems during the Covid-19 Pandemic.

Downloads

Published

2023-04-03

How to Cite

Pemberdayaan Masyarakat: Pentingnya Pemenuhan Kebutuhan Dasar Masyarakat. (2023). Distingsi: Journal of Digital Society, 1(3), 1-6. https://jurnal.panengeninsani.com/index.php/djods/article/view/95