Pemanfaatan Warisan Budaya Sebagai Keunggulan Kompetitif Bisnis Pariwisata

Authors

  • Yofy Syarkani Universitas Langlangbuana Bandung, Indonesia Author

Keywords:

Cultural Tourism, Cultural Heritage, Business Strategy, Angklung, Saung Angklung Udjo

Abstract

This study examines cultural heritage management strategies as a source of competitive advantage in tourism business development, through a case study of Saung Angklung Udjo (SAU). The research is grounded in the urgency of preserving local culture amid globalization and the rising demand for cultural-based tourism. It aims to analyze how SAU utilizes angklung art as an authentic and sustainable tourism attraction. Using a qualitative exploratory-descriptive approach with observation and literature review methods, the study finds that SAU implements integrated strategies of differentiation, innovation, digitalization, and community collaboration. The results reveal that SAU has successfully merged cultural values with modern business strategies, creating a globally relevant yet culturally authentic model for managing cultural tourism destinations. This study contributes to the literature on cultural tourism management by offering a framework for strategic practices rooted in local cultural heritage.

Penelitian ini membahas strategi pengelolaan warisan budaya sebagai keunggulan kompetitif dalam pengembangan bisnis pariwisata melalui studi kasus Saung Angklung Udjo (SAU). Latar belakang penelitian didasari urgensi pelestarian budaya lokal di tengah arus globalisasi dan meningkatnya permintaan wisata berbasis budaya. Tujuannya adalah menganalisis bagaimana SAU memanfaatkan seni angklung sebagai daya tarik wisata yang otentik dan berkelanjutan. Dengan pendekatan kualitatif eksploratif-deskriptif dan metode observasi serta studi literatur, penelitian ini menemukan bahwa SAU menerapkan strategi diferensiasi, inovasi, digitalisasi, dan kolaborasi komunitas secara terpadu. Hasil menunjukkan bahwa SAU sukses menggabungkan nilai budaya dan strategi bisnis modern, menciptakan model pengelolaan destinasi budaya yang relevan secara global namun tetap otentik. Studi ini memperkaya literatur manajemen pariwisata budaya dengan menawarkan kerangka praktik strategis berbasis budaya lokal.

References

Adiwijaya, A. (2015). Dinamika tradisi seni pertunjukan Jaipong di era globalisasi. Jurnal Penelitian Kearifan Lokal, 6(2), 187–202.

Agustian, P. (2007). Angklung: The spirit of music of West Java. Bandung: Institut Kesenian Jakarta.

Agyropoulos, G., & Giovanis, G. (2018). Cultural tourism and sustainable development: A critical review. Journal of Sustainable Development, 11(5), 652–669.

ARGYANTI, R. S., & SYAHRANI, S. P. (2023). Meningkatkan kreativitas dan pertunjukan lagu Cangkurileung dalam pengembangan kesenian tari di Saung Angklung Udjo. Jurnal Mahasiswa Kreatif, 1(1), 22–28.

Atmadibrata, E., dkk. (2006). Khasanah seni pertunjukan Jawa Barat. Bandung: Kebudayaan dan Pariwisata Jawa Barat dan Yayasan Jaya Loka.

Bakti, B. A. (2013). Dinamika kesenian angklung di Kota Bandung: Studi kasus Saung Angklung Udjo. Bandung: Universitas Pasundan.

Bennett, R. M., & Carrow, C. E. (2004). The tourism experience: Place, culture and identity. Tourism Management, 25(3), 325–332.

Budi, A. A., Aldianto, L., & P. Daerah. (2023). Pengembangan pariwisata budaya di Kota Bandung dalam sudut pandang implementasi kerja sama pemerintah dengan badan usaha. Inovasi Pembangunan: Jurnal Kelitbangan, 11(2), 109–124.

Cabral, N., & Caeiro, D. (2016). Heritage tourism and sustainable development: A case study of the Douro Valley World Heritage site. Journal of Sustainable Tourism, 24(6), 882–903.

Dewi, R. A., & Mulyana, D. (2017). Makna simbolis tari Topeng Cirebon dalam upacara adat Ngerebeg. Jurnal Sosiodrama, 6(2), 145–156.

Febriani, R., & Nurhayati, R. (2020). Potensi desa wisata budaya Kampung Naga Tasikmalaya sebagai destinasi wisata unggulan Jawa Barat. Jurnal Ilmu Administrasi dan Kebijakan Publik, 7(1), 1–14.

Fredline, L. E., & Faulkner, B. (2000). Managing cultural tourism: An integrated approach. Tourism Management, 21(1), 33–44.

Haryanti, R., & Permana, R. (2019). Analisis faktor-faktor yang mempengaruhi minat wisatawan kunjungi desa wisata budaya Kampung Naga. Jurnal Pariwisata dan Budaya, 6(2), 117–130.

Hunter, C., & Han, H. (2016). Tourism and cultural identity: A critical discussion. Annals of Tourism Research, 57, 23–35.

Koswara, B., & Ramdhani, A. (2017). Upaya pelestarian seni angklung di era globalisasi: Studi kasus di Saung Angklung Udjo Bandung. Jurnal Dinamika Manajemen, 8(2), 207–222.

Kusumah, S., & Ramli, A. (2016). Nilai-nilai budaya Sunda yang terkandung dalam lirik lagu Pop Sunda. Jurnal Dinamika Manajemen, 7(1), 1–10.

Loustiawaty, L. (2013). Strategi manajemen bauran pemasaran dalam promosi seni pertunjukan Saung Angklung Udjo di Padasuka Bandung, Jawa Barat. Jurnal Patanjala, 4(1), 25–38.

Mardalis. (2004). Eksistensi Saung Angklung Udjo sebagai lembaga kesenian tradisional Sunda di era globalisasi. Jurnal Penelitian Kearifan Lokal, 1(1), 1–10.

Mulyana, D., & Dewi, R. A. (2016). Nilai-nilai budaya Sunda yang terkandung dalam permainan angklung. Jurnal Sosiohumaniora, 15(1), 1–10.

Nugraheni, T., Budiman, A., & Rachmawati, D. (2020). Rekreasi, hiburan, belajar: Studi kegiatan wisata seni dan budaya di Saung Angklung Udjo. Jurnal Pendidikan, Humaniora dan Ilmu Sosial (JEHSS), 3(2), 693–702.

Priyanto, P., & Musthofa, B. M. (2020). Seni pertunjukan wayang golek sebagai daya tarik pariwisata budaya di Saung Angklung Udjo. Jurnal Vokasi Indonesia, 8(1), 4.

Rahayu, S. P., & Sari, R. A. (2019). Analisis semiotika ornamen batik Cirebon motif Mega Mendung. Jurnal Seni Rupa dan Desain, 6(2), 127–138.

Rusmana, R., & Ashari, A. (2018). Tradisi seni pertunjukan wayang golek Sumedang: Kajian makna dan fungsi sosialnya. Jurnal Penelitian Sosiologi dan Antropologi, 23(1), 1–12.

Timothy, D. J. (2011). Cultural heritage and tourism: An introduction. Bristol: Channel View Publications.

Wang, Y. (2007). Cultural tourism and the shaping of place identity. International Journal of Heritage Studies, 13(2), 119–135.

Downloads

Published

02-03-2025

How to Cite

Pemanfaatan Warisan Budaya Sebagai Keunggulan Kompetitif Bisnis Pariwisata. (2025). Panengen: Journal of Indigenous Knowledge, 3(3), 10-17. https://jurnal.panengeninsani.com/index.php/pjoik/article/view/45